Publikasi Hasil Analisis

Laporan ini menguraikan kekayaan dan keragaman budaya Provinsi Sumatera Barat menurut data Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat, Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, serta Dinas-Dinas Kebudayaan di Kota/ Kabupaten seluruh Sumatera Barat. Laporan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pihak terkait dalam rangka memberikan gambaran kekayaan dan keragaman budaya dan peningkatan kinerja kebudayaan di Provinsi Sumatera Barat.
Direktori ini menguraikan kekayaan dan keragaman budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menurut data Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY, Dinas Kebudayaan Provinsi DIY, serta Dinas-Dinas Kebudayaan di Kota/ Kabupaten seluruh DIY. Direktori ini menggambarkan kekayaan budaya benda dan tak benda. Direktori ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pihak terkait dalam rangka memberikan gambaran kekayaan dan keragaman budaya dan peningkatan kinerja kebudayaan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Analisis sikap toleransi adalah penting dilakukan mengingat Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk karena terdiri dari berbagai suku bangsa, adat istiadat, bahasa daerah serta agama yang berbeda-beda. Oleh karenanya besar harapan kami agar laporan ini dapat menjadi input bagi para pengambil kebijakan baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam perencanaan dan evaluasi program khususnya pada aspek faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi sikap toleransi sehingga dapat tercipta kerukunan masyarakat dan kestabilan keamanan yang secara tidak langsung mempengaruhi keberhasilan pembangunan nasional di Indonesia.
Dalam rangka mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa dan sejalan dengna visi pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mempunyai visi 2025 untuk menghasilkan insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Untuk mencapai visi pendidikan 2025 maka dibagi dalam empat tema pembangunan pendidikan nasional, yaitu tema pembangunan pertama I (2005-2009) dengan fokus pada peningkatan kapasitas dari modernisasi, tema pembangunan II (2010-2014) dengan fokus pada penguatan pelayanan, tema pembangunan III (2015-2020) dengan fokus pada penguatan daya saing nasional, dan tema pembangunan IV (2021-2025) dengan fokus pada penguatan daya saing internasional.